KEMALIQ LOMBOK

 

KEMALIQ LOMBOK  

            Hai gais... sebelumnya perkenalan diri dulu ya, perkenalkan saya Baiq Mustika Cahayaningsih panggil saja Tika. Saya berasal dari Lombok, kalian tau Lombok kan ? Pulau Lombok terkenal dengan sebutan “pulau seribu masjid”. Mengapa di sebut pulau seribu masjid ? karena mayoritas masyarakat pulau Lombok adalah beragama Islam dan semua wilayah di pulau Lombok tersebar banyak masjid-masjid.

            Pulau Lombok terkenal dengan hasil karya seni dari cabang seni rupa yang terbuat dari benang yakni kain tenun. Nama suku yang terdapat di pulau Lombok bernama Suku Sasak. Suku sasak juga memiliki ragam budaya misalnya adat merarik, alat musik yakni gendang beleq, budaya bau nyale, peresean, roah segara, bubur puteq, ngurisan, dan lain lain. Keragaman budaya ini tentu saja berlangsung secara terus menerus dari generasi ke generasi, selain itu nenek moyang suku sasak sudah pasti sangat berperan dalam memperjuangkan kebudayaan suku sasak hingga saat ini.

            Budaya dan agama di Pulau Lombok sangat berkaitan erat, karena budaya suku asli yakni sasak ada karena adanya agama dan agama hadir karena ada budaya. Budaya suku sasak yang berkaitan dengan agama yakni adat istiadat dan tradisi, salah satu contohnya adalah tradisi dile jojor, tradisi di lakukan pada saat malam ganjil terakhir bulan Ramadhan misalnya pada tanggal 27 Bulan Ramadhan, dile dalam kata dile jojor merupakan lampu dan jojor merupakan api yang menyala. Tradisi ini masih tetap berlangsung sampai saat ini.

            Budaya yang ada di pulau Lombok di percaya adanya karena ada bentuk-bentuk prasasti maupun tempat-tempat kramat yang di percaya oleh masyarakat hingga saat ini, prasasti dan tempat-tempat kramat ini di sebut dengan nama “Kemaliq”. Kemaliq menurut kepercayaan suku sasak merupakan tempat kramat dan suci yang merupakan tempat sakral sehingga tidak sembarang orang bisa datang mengunjungi. Di katakan tempat sakral karena kemaliq ini di percaya memiliki aura positif dan sebagai tempat persinggahan para leluhur suku sasak atau orang berilmu yang di sebut Walliyullah. Kemaliq yang ada di pulau Lombok tersebar luas, contohnya makam Loang Baloq, makam Batu Layar, makam bintaro dan lain-lain. Makam-makam tersebut menurut kepercayaan suku sasak yang merupakan tempat sakral karena pernah di singgahi oleh para Waliyullah, jika kita datang untuk berziarah harus dengan niat yang baik karena jika datang dengan niat yang buruk maka keburukan akan datang menimpa. Selain makam masjid-masjid yang ada di pulau Lombok juga bisa di sebut dengan kemaliq tetapi tidak semua masjid, salah satunya adalah masjid beleq yang ada di Bayan karena dipercaya termasuk tempat penyebaran agama islam pertama di pulau Lombok.

            Kemaliq Lombok tersebar luas dan masih dipercaya oleh masyarakat sampai saat ini. Contohnya Kemaliq yang ada di Dusun Ranget, Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Menurut kepala Dusun Ranget yang sempat saya wawancara pada hari Selasa, 27 April 2021 pukul 14.00 WITA bernama Septori Wirawan yang lahir tanggal 2 September 1984, saat ini beliau berusia 36 tahun dan merupakan keturunan ke 5 dari orang pertama yang mengurus Kemaliq di Dusun Ranget. Menurut beliau kemaliq  adalah tempat atau prasasti yang ada sejak zaman nenek moyang Suku Sasak yang menjadi bukti bahwa leluhur suku Sasak adalah orang beragama Islam. Kemaliq dusun Ranget dulu di jadikan sebagai tempat berkumpul dan dilaksanakannya tradisi sasak seperti roah (hajatan untuk berdoa bersama-sama), ngurisan, berzanji, berzikir, tradisi Bubur Puteq, dan lain sebagainya.

            Bapak Septori Wirawan juga menjelaskan bahwa pada tahun 1800an kemaliq Ranget di jadikan tempat tafakur karena pada saat itu syariat agama belum banyak berkembang. Saat ini Kemaliq Ranget tidak di gunakan seperti dahulu karena banyak pihak dari budaya dan tradisi luar yang ingin menghilangkan nilai budaya bahkan agama yang ada di dusun Ranget. Kepala dusun Ranget juga mengatakan “budaya adalah implementasi dari agama, karena tidak ada budaya sasak yang keluar dari agama”. Dari perkataan beliau tersebut juga menjelaskan bahwa Kemaliq Ranget ini merupakan warisan budaya spritual yang sudah di jaga dari dulu tetapi dengan masuknya budaya lain dan mempengaruhi kemaliq ranget menyebabkan budaya yang memang sudah di laksanakan di sana menjadi terbatas. Hal ini merupakan tantangan besar bagi Kepala dusun Ranget yakni bapak Septori Wirawan.

            Maka dari itu, pesan dari saya agar tradisi yang sudah ada sejak lama ini tetap berkembang dengan baik kita sebagai generasi penerus harus senatiasa melestarikan dan jangan terpengaruh oleh budaya luar karena faktanya budaya dan tradisi lokal dari daerah kita sendiri lebih kaya makna dan lebih unik jika di pelajari dan dilestarikan.

 

 

Komentar

  1. Bener banget nii. Banyak Budaya adat sasak merupakan implementasi dari nilai keagaman khususnya agama islam yang sangat berkembang di pulau lombok..

    Bangga tinggal di lombok _

    BalasHapus
  2. Kerenn informasi yang sangat bermanfaat, semangat menuliss

    BalasHapus
  3. yuk buat yg lain lagi tikaaa😊😊

    BalasHapus
  4. Sangat bermanfaat, semangat kak tika ✨

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Kerenn nihhh penjelasan dan informasi yang sangat edukatif, ya.. untuk bagaimana menjaga dan selalu mengenal nilai" kebudayaan masyarakat Sasak. Terima kasih penulis.

    BalasHapus
  7. Semangat Tika 😍 Keren informasi nya 👍. Sangat bermanfaat 🥳👏

    BalasHapus

Posting Komentar